wilayah-dan-perwilayahan
03/04/2021

Konsep Wilayah dan Perwilayahan

By admin

Bidang geografi pada hakikatnya mempelajari berbagai komponen fisik permukaan bumi, makhluk hidup (tumbuhan, hewan, dan manusia) di permukaan bumi, ditinjau dari persamaan dan perbedaan perspektif spasial yang dibentuk oleh proses interaksi dan korelasi.

Daerah adalah daerah dengan ciri tertentu yang berbeda dengan daerah lain. Wilayah dapat dibedakan menjadi dua wilayah, yaitu: Wilayah formal (wilayah seragam / homogen) adalah wilayah yang menunjukkan keseragaman atau kesamaan dalam kriteria fisik dan sosial tertentu. Contoh: Suatu daerah dengan bentang alam pegunungan yang sama disebut daerah pegunungan, atau daerah dengan satu kegiatan pertanian disebut daerah pertanian.

Area fungsional (node ​​area) adalah area yang dikendalikan dengan banyak cara oleh beberapa pusat aktivitas yang saling berhubungan dan dicirikan oleh adanya hubungan atau interaksi dengan area sekitarnya. Contoh: Sebuah industri didirikan di suatu daerah. Setiap pagi para pekerja bekerja di pabrik dan pada sore hari mereka kembali ke rumah masing-masing.

Zonasi berarti membagi wilayah tertentu di permukaan bumi untuk tujuan tertentu. Untuk menentukan regionalisasi suatu kawasan perlu perhatian fisik yang meliputi iklim, morfologi, sumber daya alam, dan kondisi sosial budaya yang membentuk kependudukan dan budaya.

Hubungan antara konsep wilayah dan wilayah untuk perencanaan pembangunan (pusat pertumbuhan). Pusat-pusat pertumbuhan berkaitan erat dengan pertumbuhan wilayah di permukaan bumi, yang tidak tumbuh bersama secara teratur, tetapi disengaja atau tidak disengaja ada bagian yang tumbuh dan berkembang lebih cepat dari bagian lainnya. Berikut beberapa teori tentang pusat pertumbuhan.

wilayah-dan-perwilayahan

Pengertian daerah (region)

Wilayah adalah wilayah yang dikuasai atau yang menjadi wilayah kedaulatan. Secara umum suatu daerah (region) adalah bagian permukaan bumi yang mempunyai sifat khusus atau sifat tersendiri yang menggambarkan keseragaman atau homogenitas, sehingga dapat dibedakan secara jelas dengan daerah lain di sekitarnya.

Suatu daerah adalah suatu bagian atau suatu daerah di permukaan bumi yang dibatasi oleh adanya ciri-ciri tertentu, yang mempunyai ciri dan sifat tertentu, serta yang sekaligus membedakan daerah tersebut dengan daerah lain. Misalnya, kawasan hutan berbeda dengan kawasan pertanian, perkotaan dengan pedesaan.

Wilayah adalah konsep di mana wilayah di bumi diidentifikasi dan diatur untuk semua tujuan. Suatu daerah memiliki karakteristik tertentu yang memberikan ukuran persamaan dan perbedaan dari daerah lain.

Kawasan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyederhanakan kawasan di bumi dengan penataan berdasarkan ciri fisik dan sosial yang ada. Kawasan buatan manusia merupakan hasil kreasi dan juga memiliki batasan-batasan yang diturunkan dari kriteria khusus.

Definisi wilayah menurut para ahli

Di bawah ini adalah beberapa definisi ruang lingkup yang disarankan oleh para ahli, antara lain:

KEMBALI. Dickinson

Menurut R.E. Dickinson, Wilayah adalah sesuatu yang secara fisik homogen.

A.J. Heriston

Teritorial menurutnya adalah suatu kompleks tanah, air, udara, tumbuhan, hewan, dan manusia yang mempunyai hubungan khusus, suatu kesatuan yang kesinambungannya dari permukaan bumi mempunyai ciri khusus.

Fannemar

Menurut Fannemar, wilayah tersebut merupakan wilayah yang diklasifikasikan berdasarkan kenampakan permukaan yang sama dan juga kontras dengan sekitarnya.

Taylor

Menurut Taylor, daerah merupakan bagian dari permukaan bumi yang berbeda dan juga menampakkan dirinya melalui sifat-sifat yang berbeda dan juga melalui sifat-sifat yang tidak identik dengan yang lain.

Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 1997

Menurut Keputusan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 tentang Penataan Ruang Wilayah Nasional, wilayah adalah ruang yang mewakili suatu kesatuan geografis, beserta segala unsur yang terkait dengannya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrasi serta fungsional.

Jenis wilayah

Karena keunikannya, kawasan ini dibedakan menjadi dua jenis, antara lain:

Wilayah seragam

Kawasan berdasarkan konsep homogenitas disebut juga kawasan formal atau homogen atau kawasan seragam, misalnya kawasan dengan bentuk ekonomi dan kawasan dengan bentuk lahan.

Wilayah nodal

Area berdasarkan konsep heterogenitas juga disebut, misalnya sebagai kawasan fungsional atau kawasan simpul atau kawasan organik, misalnya metropolis.

Konsep regional

Rustiadi dkk. (2006) Suatu kawasan dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan geografis dengan batas-batas spesifik tertentu di mana komponen-komponen kawasan secara fungsional saling berinteraksi. Artinya, batas-batas kawasan tidak selalu bersifat fisik dan tidak ambigu, tetapi seringkali dinamis. Komponen wilayah meliputi komponen biofisik alam, sumber daya buatan (infrastruktur), manusia, dan bentuk kelembagaan.

Oleh karena itu, istilah daerah menekankan pada interaksi antara manusia dan sumber daya lain dalam batas kesatuan geografis tertentu. Konsep daerah yang paling klasik (Hagget, Cliff dan Frey, 1977 dalam Rustiadi et al., 2006) ditinjau dari tipologi daerah mengklasifikasikan konsep suatu daerah menjadi tiga kategori, yaitu:

  • wilayah homogen (wilayah seragam / homogen);
  • Area node (area node); dan
  • Area perencanaan (area perencanaan atau area pemrograman).

Sesuai dengan klasifikasi tersebut (Glason, 1974 dalam Tarigan, 2005) mengelompokkan daerah berdasarkan tahapan kemajuan ekonomi daerah / daerah menjadi:

Fase pertama adalah area formal yang berkaitan dengan keseragaman / homogenitas. Wilayah formal adalah wilayah geografis yang seragam menurut kriteria tertentu seperti kondisi fisik geografis, ekonomi, sosial, dan politik.
Fase kedua adalah wilayah fungsional dalam hal koherensi fungsional dan saling ketergantungan, yaitu hubungan timbal balik antara bagian-bagian dalam wilayah tersebut. Kadang-kadang disebut sebagai daerah nodal atau daerah terpolarisasi dan terdiri dari unit-unit heterogen, seperti B. daerah pedesaan-perkotaan yang saling berhubungan secara fungsional.

Fase ketiga adalah area perencanaan, yang menunjukkan koherensi atau kesatuan keputusan ekonomi.

The Saefulhakim dkk. (2002) adalah satu unit geografis, bagian-bagiannya memiliki hubungan fungsional. Wilayah berasal dari bahasa Arab “wālā-yuwālī-wilāyah”, yang berarti arti dasar “saling membantu, secara geometris dan serupa satu sama lain”. Misal: antara supply and demand, upstream-downstream.

Oleh karena itu zonasi (pengaturan wilayah) berarti pembatasan unit geografis berdasarkan kedekatan, kesamaan atau intensitas hubungan fungsional (tolong bantu, bantu, bantu, lindungi) antara satu bagian dengan bagian lainnya. Kawasan pengembangan adalah kawasan untuk tujuan pembangunan / pengembangan / pembangunan. Tujuan pembangunan berkaitan dengan lima kata kunci, yaitu:

  • Pertumbuhan;
  • Memperkuat koneksi;
  • Keseimbangan;
  • Kemerdekaan;
  • Kontinuitas.

Definisi teritorial

Regionalisasi (regionalization) adalah proses pengelompokan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi atau pengklasifikasian kawasan dapat bersifat formal atau fungsional. Dalam merencanakan pembangunan, pemerintah juga harus memahami kondisi suatu daerah karena setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda-beda.
Jenis area

Secara umum, klasifikasi wilayah ini dibagi menjadi:

  • Wilayah alami (wilayah alam atau fisik)
  • berdasarkan kenampakan alam, seperti lahan dan kawasan hutan.
  • Wilayah fitur tunggal
  • berdasarkan penampilan, misalnya wilayah yang hanya berdasarkan iklim, hewan, atau iklim.
  • Wilayah umum (wilayah berdasarkan jenis)
  • berdasarkan tampilan jenis atau tema tertentu. Di kawasan hutan hujan tropis, misalnya, hanya tanaman tertentu seperti anggrek yang disorot.
  • Kawasan tertentu (kawasan khusus atau khusus)
    ditandai dengan kondisi grafik karakteristik yang berkaitan dengan lokasi, adat istiadat, budaya dan
  • kependudukan secara umum. Misalnya Asia Tenggara, Eropa Timur dan sebagainya.
  • Wilayah Analisis Faktor
  • berdasarkan metode deskriptif statistik atau juga metode statistik-analitik. Penentuan luas areal didasarkan pada analisis faktor terutama untuk hal-hal produktif seperti penentuan luas areal jagung dan kentang.

Karakteristik Daerah

Secara geografi juga terdapat 3 (tiga) kriteria zonasi dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Wilayah topik tunggal

Zonasi berkarakter tunggal, disebut juga sebagai wilayah topik tunggal, adalah penentuan wilayah atau wilayah berdasarkan satu aspek geografi. Contohnya seperti tekanan pada udara dapat digunakan untuk membedakan daerah dataran rendah maupun daerah dataran tinggi.

Wilayah multi topik

Zonasi yang bercirikan kemajemukan, disebut juga kawasan multi topik, merupakan zonasi berdasarkan faktor geografis. Contohnya adalah zonasi berdasarkan kondisi iklim di kawasan tersebut. Faktor geografis akan digunakan dalam menentukan iklim, seperti angin, intensitas cahaya, suhu, curah hujan dan lain sebagainya.

Total wilayah

Zonasi yang bercirikan keseluruhan, disebut juga wilayah total, adalah zonasi yang didasarkan pada banyak faktor yang menyangkut lingkungan alam, lingkungan manusia dan juga lingkungan biotik. Misalnya dalam penentuan kawasan untuk hutan pinus, hutan pinus, hutan jati dan lain sebagainya.

Manfaat zonasi

  • Bantu pisahkan apa yang bermanfaat dari apa yang kurang.
  • Tatanan keragaman permukaan bumi.
  • Sederhanakan informasi dari gejala atau fenomena pada berbagai permukaan yang sangat luas.
  • Pantau perubahan yang terjadi baik fenomena alam maupun manusia.

Pendekatan Studi Geografis Wilayah

Dinamika merupakan ciri kehidupan, termasuk ilmu pengetahuan. Perkembangan materi, ruang lingkup, metode dan analisis merupakan bagian dari perkembangan pemikiran manusia untuk mencari kebenaran ilmiah. Geografi sebagai bidang ilmu yang berkaitan dengan kehidupan manusia dan dalam analisisnya menyentuh berbagai bidang ilmu lainnya, sehingga menganalisis fakta secara total membutuhkan integritas dari semua cabang ilmu geografi.

Dalam hal ini geografi wilayah memainkan peran yang sangat strategis. Karena memang fenomena dan fenomena yang ada di permukaan bumi pada dasarnya selalu saling terkait dan solusinya menuntut keutuhan berbagai bidang ilmu. Memahami hubungan antar fenomena di permukaan bumi di suatu wilayah tertentu merupakan inti dari geografi.

Di tempat apresiasi, beberapa pendekatan dapat digunakan tetapi semuanya harus bersifat korologis, karena itulah ciri disiplin ilmu geografi. Geografi regional sangat memadai untuk ini. Geografi wilayah mengapresiasi fenomena secara keseluruhan, dimana fenomena tersebut memberikan ciri yang khas baik dari segi kualitas maupun kuantitas itu sendiri.

Dalam mempelajari geografi, ada tiga pendekatan yang digunakan untuk mempelajarinya, yaitu:

Pendekatan Spasial

Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui sebaran penggunaan ruang yang ada dan bagaimana penyediaan ruang tersebut akan dirancang. Dalam mempelajari fenomena geografis dapat digunakan 3 sub topik pendekatan spasial, yaitu:

Pendekatan Topik

Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji masalah / fenomena geografis dari suatu topik tertentu yang menjadi pusat perhatian, misalnya tentang wabah penyakit di suatu daerah dengan mengkaji:

  • penyebab wabah penyakit (misalnya virus atau bakteri)
  • media penyebarannya
  • proses penerapan
  • intensitas
  • interaksinya dengan gejala lain di sekitarnya.

Dengan pendekatan ini akan diperoleh gambaran awal terjadinya wabah penyakit.

Pendekatan Aktivitas

Pendekatan ini mengkaji fenomena geografis yang terjadi dari berbagai aktivitas yang terjadi. Misalnya hubungan antara mata pencaharian masyarakat dan sebaran serta interaksinya dengan fenomena geosfer.

Pendekatan Regional

Pendekatan ini mengkaji suatu fenomena geografis dan menekankan pada wilayah sebagai ruang tempat terjadinya fenomena tersebut. Wilayah adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki ciri-ciri tertentu.

Pendekatan Lingkungan (Ecological Approach)

Ini digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan hubungan antar elemen dalam lingkungan tertentu, yaitu:

  • hubungan antara makhluk hidup
  • hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan alaminya

Contoh keterkaitan antar elemen, misalnya petani di lahan miring, pasti akan melakukan kegiatan pertanian dengan sistem terrassering.

Pendekatan Teritorial

Merupakan kombinasi dari pendekatan spasial dan lingkungan. Misalnya, dalam mengkaji kawasan yang memiliki ciri khas wilayah yang dapat dibedakan satu sama lain (beda kawasan), perlu diperhatikan bagaimana sebarannya (analisis spasial) dan bagaimana interaksi antara manusia dengan lingkungan alaminya (ekologis). analisis). Pendekatan regional sangat penting untuk peramalan regional dan perencanaan regional.

Sumber :