Promosikan-Vaksinasi-Kelompok-Disabilitas,-Pemprov-DIY-Gunakan-WhatsApp
03/11/2022

Promosikan Vaksinasi Kelompok Disabilitas, Pemprov DIY Gunakan WhatsApp

By admin
Rate this post

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki cara tersendiri dalam menggalakkan program imunisasi, khususnya bagi kelompok disabilitas. Dalam siaran pers yang diperoleh tim HiTekno.com, Pemprov DKI menggunakan WhatsApp untuk mempromosikan program vaksinasi.

Promosikan Vaksinasi Kelompok Disabilitas, Pemprov DIY Gunakan WhatsApp

Program vaksinasi penting untuk mencegah penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk mempromosikan program imunisasi inklusif, terutama untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Namun, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengakui hal itu sulit dan memerlukan strategi khusus.

Promosikan-Vaksinasi-Kelompok-Disabilitas,-Pemprov-DIY-Gunakan-WhatsApp

Baca juga:
– Ketahui apa itu WhatsApp Mod dan WA GB dan resiko menggunakan aplikasi ini
– 30 lelucon ayah untuk status whatsapp, sangat lucu sangat istimewa
– Cara logout dari akun web WhatsApp dengan mudah dan aman
– WhatsApp memperkenalkan lapisan privasi baru, berikut beberapa fiturnya

“Ketika vaksinasi dilakukan untuk masyarakat umum, vaksinasi juga dilakukan

untuk penyandang disabilitas. Saat itu, data disabilitas dan non disabilitas belum dipisahkan. Jadi ketika data keluar, mungkin ada ribuan penyandang disabilitas yang telah divaksinasi,” kata direktur sumber daya itu.
Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta, M. Agus Priyanta secara online saat diskusi terbatas “Komunikasi Risiko Mewujudkan Vaksinasi COVID-19 Menyeluruh” di Hotel Four Point, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/8/2022).

Turut hadir dalam diskusi terbatas tersebut Pj Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Selatan Arman Bausat mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Bappelitbangda Junaedi B., mewakili Kepala Bappelitbangda diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang Dyah Puspita Dewi dan Ketua Gerakan Kesetaraan Disabilitas Indonesia Nur Syarif Ramadhan.

Narasumber lain yang ikut serta secara online adalah Ditkes Provinsi Bali I Nyoman Gede

Anom dan Dirkes Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar.
Melakukan diskusi terbatas “Komunikasi Risiko Untuk Mencapai Vaksinasi COVID-19 Integratif” di Hotel Four Point, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/8/2022). [Kemitraan Keamanan Kesehatan Australia Indonesia/AIHSP]
Melakukan diskusi terbatas “Komunikasi Risiko Untuk Mencapai Vaksinasi COVID-19 Integratif” di Hotel Four Point, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/8/2022). [Kemitraan Keamanan Kesehatan Australia Indonesia/AIHSP]

Agus mengatakan, Pemprov D.I Yogyakarta sudah mulai berkomunikasi dengan masyarakat dalam melakukan vaksinasi bagi kelompok disabilitas. Juga melalui grup WhatsApp.

Saat itu, dua bulan memasuki program, pemerintah daerah telah membentuk forum sosialisasi yang disebut Forum Sosialisasi Disabilitas, yang terdiri dari tiga grup besar di grup WhatsApp.
Didukung oleh GliaStudio

Tiga kelompok utama adalah kelompok tunarungu dan tuna wicara, tunanetra, dan kelompok tidak tuli dan tuna wicara. Kampanye vaksinasi pertama bagi penyandang disabilitas di Yogyakarta dilakukan melalui grup pesan instan. Saat itu, sekitar 60 orang mengalami disabilitas
berpartisipasi dalam program vaksinasi.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga bekerjasama dengan dinas sosial dalam pelaksanaan program vaksinasi. Selain itu, fasilitas vaksinasi bagi penyandang disabilitas juga telah dibuka di Puskesmas yang telah berkembang menjadi fasilitas kesehatan milik TNI dan Polri.

Desa-desa di daerah terpencil Yogyakarta juga akan diberi wewenang untuk mendirikan pusat vaksinasi bagi penyandang disabilitas, menurut Agus. Oleh karena itu, strategi pelayanan vaksinasi bagi penyandang disabilitas di Yogyakarta dilakukan melalui lembaga sosial, media sosial, tenaga kesehatan, serta melibatkan masyarakat di wilayah kota dan kabupaten.

Indonesia-Australia Health Security Partnership (AIHSP) bekerjasama dengan Katadata melakukan diskusi terbatas dengan pemerintah daerah yang melibatkan empat provinsi yaitu Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta 16 kabupaten/kota di empat provinsi tersebut. .

Diskusi terbatas ini bertujuan untuk mengembangkan best practice dalam pemberian vaksinasi, serta memberikan kemudahan akses dan pelayanan yang memadai bagi penyandang disabilitas dan lansia melalui peran komunikasi risiko.

Komunikasi risiko sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan ketahanan kesehatan nasional adalah penting dalam konteks mempromosikan kegiatan imunisasi masyarakat. Mengingat fakta bahwa distribusi

Baca Juga :

https://altech.co.id/