Penyesalan-Orang-Orang-Kafir-di-Akhirat
31/01/2021

Penyesalan Orang-Orang Kafir di Akhirat

By admin

Pertobatan orang-orang kafir dan menyesatkan pemimpin yang sesat – Ikhwan Muslim Musilmat Rahimakumullah. Di halaman ini, Duta Besar akan memberikan materi tentang tobat orang kafir serta hukuman terhadap pemimpin yang menyesatkan.

Pertobatan orang-orang kafir dan penyesatan dari pemimpin yang sesat

 

Penyesalan-Orang-Orang-Kafir-di-Akhirat

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

 

Sekarang di kerajaan dunia tinggal semua orang yang bersembunyi dari kebenaran (orang kafir), tidak ada tanda-tanda penyesalan.

Sungguh, jika mereka telah meninggalkan dunia fana ini dan belum bertobat, mereka pasti akan bertobat di akhirat.

Bagaimana dengan para pemimpin yang menyesatkan warganya? Jelas bahwa mereka akan menerima pahala untuk hukuman Allah di akhirat juga. Simak dan baca materi berikut dengan seksama.
Tafsir Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 66-68

Allah Subhanahu wa Ta’ala bersabda dalam ayat tersebut sebagai berikut:

يوم تقلب وجوههم في النار يقولون يا ليتنا أطعنا الله وأطعنا الرسولا *

Artinys; Pertobatan dari orang-orang yang tidak percaya “Pada hari wajah mereka berpaling ke neraka, mereka akan berkata; “Alangkah baiknya jika kita menaati Tuhan dan Rasul.”

Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sungguh kami telah mematuhi para pemimpin dan bangsawan kami, kemudian mereka telah menyesatkan kami di jalan (yang benar). “Ya Tuhan kami, hukum mereka dua kali dan kutuk mereka dengan kutukan yang besar.”

Tafsir ayat: Imam Ath-Thabari

Imam Ath-Thabari -rahimahullahu Ta’ala- berkata: “Orang-orang kafir yang akan disiksa di neraka pada hari kebangkitan akan berkata, ‘Ya Tuhan kami, sebenarnya kami telah secara keliru mematuhi para pemimpin kami, dan kami memiliki itu juga. – pemimpin kami dalam penyembahan berhala sehingga mereka menyesatkan kami di jalan lurus Anda.

Artinya, mereka telah menyesatkan kami di jalan bimbingan dan jalan iman kepada Anda, yang seharusnya menyesatkan kami untuk mengenali keesaan Anda dan memurnikan kami dengan menaati Anda di dunia.

Karena mereka telah menyesatkan kami, kami mohon kepadamu, ya Allah, untuk memberi mereka pembalasan ganda dan mengutuk mereka dengan kutukan terbesar. “(Tafsir Ath-Thabari: 5/427).

Tafsir ayat: Imam Ibn Kathir

Imam Ibn Katsir -rahimahullahu Ta’ala- berkata; Ayat ini, seperti yang dikatakan Allah dalam Al-Qur’an: “Dan (ingat) hari (kemudian) ketika pelaku kejahatan menggigit kedua tangannya (yaitu, bertobat dari perbuatannya) sambil berkata;” Oh, jika saya (sebelum) pergi bersama rasul. “Celakalah aku! Seandainya aku tidak menjadikan Sifulan (sebelumnya) teman dekat (milikku).

Bahkan, dia menyesatkan saya dari Alquran ketika Alquran datang kepada saya dan iblislah yang tidak mau membantu orang. (QS. Al-Furqan: 27-29).

Yang dimaksud dengan “ini dan itu” dalam ayat ini adalah iblis atau pembimbing yang menyesatkan mereka. Artinya, mereka akan berkata, “Ya Tuhan kami, sungguh, kami lebih suka secara keliru mematuhi para pemimpin dan pejabat kami daripada mematuhi utusan Anda di jalan bimbingan dan keamanan.” (Tafsir Ibn Katsir, 3/427).

Umat ​​Islam yang melupakan ayat tersebut

Ada banyak Muslim yang melupakan ayat ini. Bahkan di Anatra, ada yang mengatakan bahwa ayat ini khusus untuk orang kafir.
Padahal tidak seperti yang mereka tuduhkan. Ayat yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan ajaran dan refleksi bagi umatnya agar ketika memilih pemimpin tidak salah dan melakukan kesalahan dengan mematuhinya.

Mereka yang menutupi diri mereka (kuffar mereka) dibawa ke dalam api neraka oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala karena menuruti pembimbing dan ahli agama mereka yang tidak percaya kepada Allah dan rasulnya. Memang, baik para pemimpin maupun pemimpin agama mereka tidak akan bisa menyelamatkan diri mereka sendiri.

Demikian materi singkat tentang; Pertobatan orang-orang kafir dan hukuman terhadap pemimpin yang sesat adalah menyesatkan – dikutip dari ayat 66-68 Surat Al-Aur’an Al-Ahzab dan tafsirnya dapat dijadikan bahan renungan. Kami mohon maaf atas ketidakakuratan dalam naskah. Wallahul-muwaffiq.

Lihat Juga : https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-arab-ringkas/