pengertian-audit-internal
30/04/2021

Pengertian Audit Internal, Tujuan, Fungsi dan Ruang

By admin

Definisi audit internal

pengertian-audit-internal

Audit internal (internal auditing) merupakan penilaian atas integritas, independensi, objektivitas serta kegiatan / kegiatan penasehat yang menciptakan nilai tambah dan meningkatkan bisnis perusahaan. Audit internal dapat membantu organisasi mencapai tujuannya dengan mengadopsi pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk menilai dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian dan proses tata kelola.

Pemahaman tentang audit internal menurut pendapat para ahli

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang audit internal ini, kita dapat merujuk pada berbagai laporan, di antaranya sebagai berikut:

Menurut Hiro Tugiman

Pengertian audit internal adalah fungsi evaluasi yang bersifat independen dalam suatu organisasi agar dapat menguji dan juga mengevaluasi kegiatan / program yang dilakukan.

Menurut IIA (Internal Auditor Association, dalam Messier: 2005)

Sedangkan audit internal adalah kegiatan / kegiatan yang independen dan objektif serta merupakan konsultasi yang dirancang untuk meningkatkan nilai dan juga bisnis suatu organisasi / perusahaan.

Audit internal dapat mendukung suatu organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sangat terstruktur dan disiplin. Pendekatan audit internal dilakukan dengan mengevaluasi dan juga meningkatkan efektivitas proses manajemen risiko, pengendalian dan manajemen.

Menurut Sukrisno

Pengertian audit internal adalah audit yang dilakukan oleh audit internal perusahaan terhadap laporan keuangan dan akuntansi perusahaan. Ini juga memverifikasi kepatuhan dan integritas dengan kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen puncak, peraturan pemerintah, dan peraturan asosiasi profesional.

Setelah Mulyadi (2002)

Pengertian audit internal adalah auditor / auditor yang melaksanakan tugas di dalam perusahaan untuk mengetahui sejauh mana prosedur dan pedoman telah / telah dilaksanakan dengan baik dan untuk menentukan seberapa efektif dan efisien pembuat kegiatan / kegiatan organisasi / perusahaan serta mengevaluasi keefektifan informasi yang dihasilkan oleh masing-masing unit dalam organisasi / firma tersebut.

Tujuan audit internal

Hiro Tugiman (2006) menyatakan bahwa tujuan audit internal adalah membantu anggota organisasi dalam melaksanakan tugasnya secara efektif. Bagian internal auditing berusaha melakukan analisis dan menyampaikan berbagai saran dan evaluasi. Proses peninjauan ini mencakup pemantauan, yang sangat efektif untuk pembayaran normal.

Kemudian Sukrisno Agoes (2004) menjelaskan bahwa tujuan audit internal adalah untuk membimbing manajemen suatu perusahaan melalui analisis, evaluasi dan pemberian saran, serta berkontribusi pada kegiatan atau program (termasuk dalam audit) dalam melaksanakan tugas penunjang ini.

Untuk dapat mencapai tujuan audit internal, auditor harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Memberikan jaminan tentang aturan dan prosedur yang harus dipatuhi oleh semua elemen manajemen
  • Memberikan penilaian yang baik serta meningkatkan pengawasan yang efektif secara tepat dan penetapan sistem pengendalian yang telah ditetapkan, yang meliputi pengendalian internal manajemen dan kegiatan / kegiatan operasional terkait.
  • Memastikan bahwa semua aset perusahaan dilindungi secara bertanggung jawab dari penyalahgunaan, kehilangan, korupsi, dan hal-hal semacam itu.
  • Memberikan beberapa saran untuk memperbaiki sistem operasi perusahaan agar lebih efektif dan efisien.
  • Untuk setiap bagian yang ditunjuk oleh manajemen perusahaan, berikan penilaian terhadap kualitas dan kualitas pekerjaannya.
  • Pastikan data yang ada diproses di dalam perusahaan agar dapat dipertanggungjawabkan.

Revisi internal

Sawyer (2005) mencatat bahwa audit internal ini mencakup:

  • Pantau semua aktivitas yang sulit dikelola oleh manajemen puncak.
  • Identifikasi dan minimalkan risiko
  • Dukungan dan bantuan manajemen di bidang teknis.
  • Jalankan laporan validasi untuk manajer
  • Dukungan pengambilan keputusan
  • Lakukan analisis masa depan (bukan hal-hal yang sudah terjadi)
  • Membantu manajer dalam menjalankan perusahaan.

Ruang lingkup audit internal

Guy dkk. Menyatakan bahwa ruang lingkup audit internal yang diterjemahkan oleh Paul A. Rajoe meliputi:

  • Menganalisis efektivitas (keandalan dan integrasi) informasi keuangan dan operasional dan alat untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelompokkan, dan melaporkan informasi itu.
  • Melakukan pengamatan terhadap sistem yang ada untuk memastikan kesesuaian antara kegiatan / kegiatan / program suatu organisasi dengan kebijakan, peraturan, prosedur, undang-undang dan rencana yang berdampak signifikan terhadap kegiatan / kegiatan organisasi.
  • Waspadai semua jenis metode pengamanan aset / aset perusahaan. Jika perlu, penelaahan atas aset tersebut akan dilakukan.
  • Evaluasi efektivitas dan profitabilitas penggunaan sumber daya
  • Melakukan observasi terhadap kegiatan / kegiatan operasional atau program suatu organisasi / perusahaan, apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dan sesuai dengan tujuan dan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Demikian penjelasan mengenai definisi, tujuan, fungsi dan ruang lingkup audit internal. Semoga apa yang dijelaskan semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Sumber :