Cara Menanam Jengkol di Rumah untuk Pemula
28/04/2022

Cara Menanam Jengkol di Rumah untuk Pemula

By admin

Table of Contents

Cara Menanam Jengkol

Cara Menanam Jengkol di Rumah untuk Pemula

Cara Menanam Jengkol – Untuk Berbuah Berat, Bibit, Panen & Analisis – Pada topik kali ini saya akan menjelaskan tentang cara menanam jengkol di lahan perkebunan. Jengkol? pasti sudah tidak asing lagi di lingkungan kita. Jengkol merupakan tanaman asli Indonesia yang menghasilkan polong-polongan dengan biji pipih yang memiliki bau khas.

Jengkol sangat digemari masyarakat karena rasanya yang enak, olahannya sering dibuat menjadi semur dan sambal goreng. Setelah kita memakannya, baunya akan menempel di mulut yang membuat kita kurang percaya diri saat berbicara dengan orang lain. Namun meski begitu jengkol yang ada di pasaran ini sangat laku. Dilihat dari manfaat mengkonsumsinya, jengkol dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit diabetes. Jika sobat tertarik untuk membudidayakan tanaman jengkol, berikut akan saya berikan langkah-langkah budidayanya dibawah ini. Silahkan dilihat teman-teman..
Cara Menanam Jengkol

Cara-Menanam-Jengkol
1. Memilih Bibit Jengkol

Dalam budidaya jengkol, yang pertama kita siapkan adalah bibit tanaman jengkol. Bibit jengkol bisa secara generatif (biji) dan juga vegetatif (okulasi). Untuk mendapatkan tanaman di masa depan berbuah dengan cepat, pilih dari metode okulasi.

Jika ingin praktis, Anda bisa mendapatkan bibit jengkol siap tanam di toko bibit sekitar tempat tinggal Anda. Namun, pemilihan benih harus dilakukan karena kualitas benih akan berdampak pada pertumbuhan di masa depan. Pilihlah bibit yang sehat tidak terserang hama atau penyakit, daun yang hijau tidak layu dan kering, batang cukup kokoh tidak tipis, cabang cukup rindang.

Baca Juga : Cara Menanam Durian Cepat Buah Dan Jarak Jauh
2. Lokasi Penanaman

Kita juga perlu menyiapkan lokasi penanaman tentunya dengan kriteria tertentu. Tanaman jengkol cocok dibudidayakan di daerah dataran rendah tropis. Tidak hanya itu, tanaman jengkol membutuhkan tanah yang kaya bahan organik dan gembur, membutuhkan sinar matahari yang tinggi sepanjang hari agar tidak ternaungi oleh tanaman lain, membutuhkan suplai air yang tinggi dengan kelembaban yang cukup.
3. Membuat Lubang Tanam

Setelah menentukan lokasi penanaman, saatnya kita membuat lubang tanam. Gali tanah menggunakan cangkul, dibuat dengan ukuran 50x50x50cm. Jika ingin menanam jengkol dalam jumlah banyak, buatlah lubang tanam dengan ukuran yang sama dengan jarak tanam 5-6 meter dari lubang sebelumnya. Tanah bekas galian bisa kita manfaatkan untuk media penutup lubang tanam yang sebelumnya sudah kita campur dengan kompos matang/pupuk kandang + sekam.
4. Mengistirahatkan Lubang Tanam

Setelah kita membuat lubang tanam, terlebih dahulu kita biarkan lubang tanam tersebut beberapa hari sebelum bibit jengkol ditanam. Lubang tanam cukup diistirahatkan selama 2-3 hari dan biarkan matahari bersinar penuh. Tujuannya untuk membunuh sumber hama dan penyakit tanaman yang tumbuh di lubang tanam.
5. Proses Penanaman Benih

Setelah meninggalkan lubang tanam, barulah kita mulai menanam bibit jengkol. Ambil bibit jengkol dan taruh pangkal bibit di lubang tanam, jika bibit masih berada di media polybag, kita hanya perlu merobek plastik polybag terlebih dahulu, lalu masukkan pangkal bibit dengan balutan akar di tempat tanam. lubang. Bibit harus dalam posisi tegak, tidak miring.
6. Menutup Lubang Tanam

Melangkah ke tahap selanjutnya, setelah posisi bibit tegak lurus, segera tutup lubang tanam dengan campuran tanah + kompos + sekam yang sudah kita siapkan. Media yang kaya nutrisi akan membuat tanaman mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Media penutup lubang dipadatkan sedikit agar bibit jengkol yang baru ditanam tidak mudah roboh.

Baca juga: Cara Merawat tanaman kelengkeng agar berbuah lebat dan besar
7. Penyiraman

Setelah penanaman selesai, barulah kita lakukan penyiraman pertama. Siram seluruh tanaman dan media tanam sampai air terserap dan terkondisi oleh kelembapan tanah. Penyiraman bisa menggunakan embrat untuk hasil penyiraman yang optimal.
8. Pemasangan Ajir

Setelah kita menanam benih lalu menyiramnya, untuk menguatkan benih kita bisa memasang patok. Tangkai sangat berguna untuk tanaman baru agar tidak mudah roboh akibat gangguan lingkungan. Kita bisa membuat ajir dari bambu yang dibelah menjadi beberapa bagian dengan panjang yang disesuaikan dengan biji jengkol.
9. Lakukan Pemupukan Secara Rutin

Unsur hara dalam tanah seringkali tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Tanaman jengkol terus menerus menyerap unsur hara dan lama kelamaan unsur hara tersebut akan habis. Maka untuk mengembalikan kesuburan tanah diperlukan bantuan dari luar yaitu pemupukan. Pemupukan secara teratur dapat menyuburkan dan mempercepat tanaman jengkol. Untuk pemupukan susulan bisa dilakukan dengan 2 komposisi pemupukan, bisa menggunakan kombinasi full organik atau kimia. Sahabat bisa memilih salah satunya..

Sumber :