Manajemen-Persediaan
11/03/2021

Pengertian Manajemen Persediaan

By admin
  1. Pengertian Manajemen Persediaan

Persediaan merupakan salah satu unsur penting dalam operasi perusahaan, selain itu persediaan dapat mempermudah dan memperlancar jalannya kegiatan normal pada suatu perusahaan yang dilakukan secara rutin untuk memproduksi barang yang selanjutnya ditimbulkan pada konsumen. Pengertian persediaan menurut Freddy Rangkuti yaitu “salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara continue diperoleh, diubah kemudian dijual kembali”.

Manajemen-Persediaan

Pengertian  persediaan  menurut C. Rolln Niwwonger, Philip E. Fess dan Carl S. Wareen

yang diterjemahkan oleh Aria Farahmita, Amanugrahani dan Taufik Hendrawan yaitu “digunakan untuk mengindikasikan (1) barang dagang yang disimpan untuk kemudian dijual dalam operasi bisnis perusahaan, dan (2) bahan yang digunakan dalam proses produksi atau yang disimpan untuk tujuan itu.”

Persediaan (inventory) adalah bahan-bahan atau barang (sumber daya-sumber daya organisasi) yang disimpan yang akan dipergunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan, untuk suku cadang dari peralatan, maupun untuk dijual. Walaupun persediaan hanya merupakan suatu sumber dana yang menganggur, akan tetapi dapat dikatakan tidak ada perusahaan yang beroperasi tanpa persediaan.

Persediaan merupakan unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan dagang dan perusahaan industri serta perusahaan jasa. Tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan pada keadaan bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para pelanggannya sehingga kontinuitas perusahaan dapat teranggu karena sumber utama pendapatan perusahaan berasal dari penjualan persediaan. Ini berarti perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang seterusnya didapatkan.

Persediaan mempunyai arti dan peranan yang penting dalam suatu perusahaan. Persediaan barang dagangan yang secara terus menerus dibeli dan dijual yang merupakan salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan industri. Penjualan barang dagangan merupakan sumber utama penghasilan bagi perusahaan, karena sebagian besar sumber perusahaan tertanam dalam persediaan.

  1. Jenis-Jenis Persediaan

Secara garis besar dalam perusahaan yang bergerak di dalam industri pabrik (manufaktur), persediaan diklasifikasikan berdasarkan tahapan dalam proses produksi. Karena itu jenis-jenis persediaan menurut Freddy Rangkuti berdasarkan jenis dan posisi barang, terdiri dari:

  1. Persediaan Bahan Baku (raw material stock)
  2. Persediaan Komponen-Komponen Rakitan (purchased parts/components)
  3. Persediaan Bahan Pembantu atau Penolong (supplies stock)
  4. Persediaan Barang Setengah Jadi (work in process stock)
  5. Persediaan Barang Jadi (finished good stock)

Adapun uraian dari jenis-jenis persediaan adalah sebagai berikut:

  1. Persediaan bahan baku (raw material stock), yaitu persediaan barang-barang berwujud, seperti besi, kayu serta komponen-komponen lainnya yang digunakan dalam proses produksi.
  2. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased parts/components), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain, dimana secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.
  3. Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies stock), yaitu persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi.
  4. Persediaan barang setengah jadi (work in process stock), yaitu persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu di proses lebih lanjut menjadi barang jadi.
  5. Persediaan barang jadi (finished good stock), yaitu persediaan  barang- barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual atau dikirim pada langganan.

Jenis-jenis persediaan dalam suatu perusahaan menurut fungsinya dapat dibedakan atas:

  1. Bath Stock/Lot Size Inventory adalah persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan pada saat itu.

Keuntungannya:

  1. Potongan harga pada harga pembelian.
  2. Efisiensi produksi.
  3. Penghematan biaya angkutan.
  4. Fluctuation Stock adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan.
  5. Anticipation Stock adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan, penjualan, atau permintaan yang meningkat.
  1. Tingkat Perputaran Persediaan

Macam persediaan, tergantung jenis perusahaan (bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, suku cadang dan lain-lain). Pada perusahaan manufaktur umumnya mempunyai 3 jenis persediaan yaitu:

  1. Bahan baku/material.
  2. Barang dalam proses (barang setengah jadi).
  3. Barang jadi.

Secara umum besar-kecilnya inventory tergantung pada beberapa faktor, yaitu:

  1. Lead time, yaitu lamanya masa tunggu material yang dipesan datang.
  2. Frekuensi penggunaan bahan selama 1 periode, frekuensi pembelian yang tinggi menyebabkan jumlah inventory menjadi lebih kecil untuk 1 periode pembelian.
  3. Jumlah dana yang tersedia.
  4. Daya tahan material

Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan adalah:

  1. Bahan baku, dipengaruhi oleh: perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkan pemasok, dan tingkat efisiensi penjadualan pembelian dan kegiatan produksi.
  2. Barang dalam proses, dipengaruhi oleh: lamanya produksi yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk ke proses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.
  3. Barang jadi, persediaan ini sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.

Tingkat perputaran persediaan barang dagangan:

Penjualan Bersih

Inventory Turnover = _________________________  = …… kali

Persediaan Rata-rata

 

Penjualan Bersih

Inventory Turnover = _________________________  = …… kali

Persediaan Rata-rata

Atau

   Harga Pokok Penjualan

= ______________________  = …… kali

Persediaan Rata-Rata

   Harga Pokok Penjualan

= ______________________  = …… kali

    Persediaan Rata – Rata

 Persediaan Awal + Persediaan Akhir tahun

  Persediaan Awal + Persediaan Akhir Tahun

Persediaan Rata-Rata =          _____________________________________

2

Persediaan Rata-rata     =_________________________________________

                                                                        2

                                                                                         365 Hari

Hari Rata – rata Barang di simpan digudang = ———————————-

365 Hari

Hari Rata-Rata Barang di simpan di gudang = ———————————-

          Inventory Turnover

                                                                                  Inventory Turnover

Contoh Soal

Diketahui Persediaan Barang per tanggal 31 Desember tahun 2009 sebesar Rp. 100.000.000,- dan persediaan barang per tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp. 150.000.000,-. Dalam laporan laba rugi tahun 2009, diperoleh data penjualan sebesar 315.000.000,-. Hitunglah berapa kali perputaran persediaan di gudang?

Jawab:

                                         100.000.000,- + 150.000.000,-

Persediaan Rata – rata = —————————————-

                                                                 2

                                     = 125.000.000,-

                                         Penjualan Bersih

Perputaran Persediaan = ————————-

                                         Rata- rata persediaan

                                         315.000.000,-

Perputaran Persediaan = ——————

                                         125.000.000,-

                                           = 2,52 kali

365 hari

Rata-Rata Barang di gudang = ———– = 144, 84 hari sekali dalam setahun

2,52 kali

Sumber: