Mengenal-Jenis-Batu-Beku-dan-Ciri-cirinya
29/01/2021

Mengenal Jenis Batu Beku dan Ciri-cirinya

By admin

Batu Beku – Salam, sebelumnya Kabarkan.com sudah menjelaskan pembahasan materi Hukum Boyle dengan jelas. Nah kali ini Kabarkan.com akan membahas materi tentang batuan beku secara jelas, mulai dari pengertian, ciri, klasifikasi, tekstur dan contohnya.

Definisi batuan beku

Batuan beku (magma rock) berasal dari magma cair yang dibekukan atau berubah menjadi padat, sehingga disebut batuan beku. Proses pembentukan batuan beku dapat terjadi sebagai batuan plutonik di bawah permukaan bumi. Ia dapat menyeberang sebagai batuan vulkanik atau batuan ekstrusi di permukaan bumi.

Mengenal-Jenis-Batu-Beku-dan-Ciri-cirinya

 

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://kabarkan.com/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Jenis batuan beku intrusi (batuan magma) yang berperan mengalami kristalisasi magma di bawah permukaan. Magma meleleh dan kemudian menjadi sangat keras. Sedangkan batuan vulkanik atau ekstrusif ditemukan saat magma muncul di atas permukaan. Magma dari batuan ini dapat meledak sangat besar di atmosfer, kemudian jatuh karena gaya gravitasi dan menjadi batuan di bumi.

Klasifikasi Batuan Beku

Klasifikasi merupakan proses yang terjadi pada batuan beku (batuan magma). Berikut beberapa klasifikasi batuan beku, yaitu sebagai berikut:
Klasifikasi Berdasarkan Warna

Dari sudut klasifikasi batuan magma (batuan beku) dapat dibagi menjadi 4 sampai 3 klasifikasi. Karena ada beberapa pendapat dari para ahli yang menentukan klasifikasi batuan beku berdasarkan warnanya.

Menurut Ellis – mengklasifikasikan batuan beku (magma) berdasarkan warna ini menjadi empat jenis batuan:

Batuan beku dengan klasifikasi warna lebih dari 70%.
Batuan beku dengan klasifikasi warna antara 40% dan 70%.
Batuan beku dengan klasifikasi warna antara 10% dan 40%.
Batuan beku dengan klasifikasi warna kurang dari 10%.

Menurut Shand – menyatakan bahwa batu magma (beku), dilihat dari warnanya, dibagi menjadi tiga jenis:

Batuan beku memiliki kandungan mineral mafik lebih dari 60%.
Batuan beku memiliki kandungan mineral mafik 30% sampai 60%.
Batuan beku mengandung kurang dari 30% mineral Mafi.

Itulah beberapa klasifikasi batuan beku jika dilihat dari beberapa sisi dan aspek. Ada banyak klasifikasi batuan beku, namun semua klasifikasi batuan beku pasti memiliki klasifikasi karakternya masing-masing.

Proses klasifikasi batuan beku (magma rock)

Dalam klasifikasi ini batuan beku (batuan magma) melalui tiga proses yaitu:

Batuan beku (magma rock) yang proses pembentukannya yaitu di permukaan bumi. Batuan vulkanik atau disebut juga dengan batuan efusif atau batuan leleh atau batuan padat. Batuan jenis ini merupakan batuan beku (batuan magma) di luar proses pembentukannya di luar permukaan bumi.
Batuan beku (batuan magma) yang proses pembentukannya jauh di dalam lapisan atmosfer bumi. Bisa juga disebut batuan Plutonik, yaitu batuan beku yang prosesnya berada di dalam ruang magma.
Batuan beku (magma rock) yang proses pembentukannya di dekat permukaan bumi. Batuan beku ini (batuan magma) mengolah melalui koridor di lapisan kerak bumi.

Klasifikasi Berdasarkan SiO2

Dalam klasifikasi ini batuan beku (batuan magma) sesuai dengan kandungan SiO2 nya. Dari klasifikasi tersebut dibagi menjadi empat klasifikasi yaitu:

Batuan beku (batuan magma) yang kandungan SiO2nya kurang dari 45%. Misalnya dari klasifikasi batuan ini adalah batuan basal.
Batuan beku (magma rock) dengan kandungan SiO2 antara 45% sampai 52%. Misalnya dari klasifikasi batuan ini adalah batuan andesit.
Batuan beku (magma rock) dengan kandungan SiO2 antara 52% sampai 66%. Misalnya dari klasifikasi batuan ini adalah batuan Dacit.
Batuan beku (magma rock) dengan kandungan SiO2 lebih dari 66%. Misalnya, klasifikasi batuan ini adalah batuan riolit.

Ciri-ciri batu magma (beku)

Batuan magma (beku) juga mempunyai ciri-ciri khusus pada bentuk batunya, sehingga mudah dikenali, berikut ciri-cirinya:

Bentuk Kristal

Bentuk kristal juga dapat dibedakan menjadi dua yaitu antara tiga dimensi dan empat dimensi.

Tiga bentuk kristal ditemukan jika dilihat dari penampilannya.

Euhedral (bentuk asli bidang kristal dan batas mineral), subhedral (batas kristal sebagian tidak terlihat) dan anhedral (bukan kristal asli pada batuan, batuan).

Empat kristal dari penampilannya.

Berdimensi sama (tiga dimensi dari kristal yang sama), lebih berbentuk tabel (dua dimensi lebih panjang dari yang lain), lebih prismatik (satu bentuk kristal lebih panjang dari tiga lainnya) dan lebih tidak teratur (tanpa kristal).
Granularitas

fanatik

Bisa juga disebut fanerocrystalline. Butir ini terdiri dari batuan beku yang dapat mengamati komponen mineralnya. Bisa dalam bentuk kristal, butiran, dan hubungan antar elemen. Kristal besar dari kelompok ini dapat diperiksa dengan mata telanjang menggunakan metode megascopic.

Jenis kristal fanatik dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu fine (diameter butir maksimum 1 mm), sedang (diameter butir 1-5 mm), kasar (diameter butir antara 5-30 mm) dan sangat kasar (minimum) diameter butir 30 mm) .

tekstur

Batuan magma (beku) juga memiliki tekstur yang beragam. Seperti halnya warna, sifat batuan beku juga bergantung pada kandungan komposisi mineralnya. Mineral dan jenisnya berkaitan erat dengan kristalinitas, butiran, dan bentuk kristal. Ketiganya akan dijelaskan lebih rinci di bagian selanjutnya.
warna

Warna adalah ciri batuan yang paling mudah dibedakan. Batuan vulkanik memiliki banyak warna yang diciptakan oleh para pembuat batu ini. Komposisi dan campuran mineral adalah sumber utama dari berbagai warna yang muncul. Karena batu magma memiliki warna mulai dari hitam, abu-abu hingga putih muda.
Contoh Batuan Beku (Magma)

Berikut beberapa contoh batu magma.

Batu Adesit

Warna andesit putih dengan sedikit warna abu-abu. Batuan andesit merupakan batuan berbiji kecil dan hampir sama dengan batuan basal. Ciri batu andesit digunakan untuk membuat patung dan beberapa bangunan seperti candi. Andesit ditemukan di batuan beku atau batuan luar.

Batu basal

Batuan basal disebut juga batuan lava. Batu ini berwarna hijau keabu-abuan muda dan terdiri dari butiran-butiran kecil. Batu basal juga berfungsi sebagai bahan bangunan. Basal termasuk dalam jenis batuan magma efusit atau dalam batuan magma bagian luar.

Batu granit

Struktur granitnya berbutir kasar, agak berwarna. Ada yang warna putih sampai abu-abu, ada juga yang jingga. Granit dapat ditemukan di tepi dan dasar sungai atau pantai. Batu ini digunakan dalam berbagai bahan bangunan. Batuan granit terkandung dalam jenis batuan dalam.

Batu Obsidian

Warna obsidian adalah hitam atau coklat tua. Batuan ini biasa disebut sebagai batu kaca. Permukaan obsidian berkilau dan halus. Jamur sering digunakan dalam industri kreatif yang terbuat dari batu sebagai alat pemotong atau tombak dan bahan kerajinan.

Oleh karena itu, semoga materi kali ini dapat menjadi rujukan pembelajaran bagi para pembaca saat kita membahas materi tersebut. Sampai jumpa di materi yang akan datang.
Bisakah Anda menjelaskan arti dari batuan beku ini?

Batuan beku (magma rock) berasal dari magma cair yang dibekukan atau berubah menjadi batuan padat. Oleh karena itu disebut batuan beku. Proses pembentukan batuan beku dapat terjadi sebagai batuan plutonik di bawah permukaan bumi. Itu bisa lewat sebagai batuan vulkanik atau ekstrusi di permukaan bumi.
Tentukan dan jelaskan setidaknya satu klasifikasi batuan beku?

Klasifikasi berdasarkan warna
Dari klasifikasi sudut ini, batuan magmatik (batuan beku) dapat dibagi menjadi 4 hingga 3 klasifikasi. Karena ada beberapa pendapat para ahli yang menentukan klasifikasi batuan beku berdasarkan warnanya. Menurut ELLIS dan SHAND.

Jelaskan sifat-sifat batuan beku.

  • Bentuk keristal
  • Perincian
  • tekstur
  • warna

Lihat Juga : https://kabarkan.com/contoh-tanda-terima/