Gerakan-kompetensi-sekolah-definisi-menurut-ahli-contoh
15/03/2021

Gerakan kompetensi sekolah: definisi menurut ahli, contoh

By admin

Gerakan kompetensi sekolah: definisi menurut ahli, contoh

Menurut para ahli, pahami gerakan literasi sekolah

Menurut Kern (2000)

Gerakan-kompetensi-sekolah-definisi-menurut-ahli-contoh

Literasi adalah penggunaan praktik sosial dan sejarah serta situasi budaya untuk menciptakan dan menafsirkan makna melalui teks.

Setelah Romdhoni (2013)

Literasi adalah acara sosial dengan keterampilan khusus yang diperlukan untuk menyampaikan dan menerima informasi tertulis.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016)

Literasi adalah kemampuan untuk membuka, memahami, dan menggunakan sesuatu yang cerdas melalui berbagai aktivitas termasuk membaca, melihat, mendengarkan, menulis, dan berbicara.

After Rahayu (2016)

Literasi adalah kegiatan membaca dan menulis yang berkaitan dengan pengetahuan membaca dan menulis yang berkaitan dengan pengetahuan, bahasa dan budaya.
Mengapa gerakan literasi sekolah dibutuhkan

Fakta dari survei internasional (PIRLS 2011, PISA 2009 & 2012) yang mengukur kemampuan membaca siswa Indonesia pada peringkat terbawah.
Tuntutan keterampilan membaca di abad 21 adalah kemampuan memahami informasi analitis, kritis, dan reflektif.
Belajar di sekolah tidak dapat menyampaikan keterampilan abad ke-21.
Kegiatan membaca di sekolah harus diperkuat dengan dakwah membaca di keluarga dan masyarakat.

Tujuan umum dari gerakan literasi sekolah

Mempromosikan komunitas dan ekosistem pendidikan untuk menjadi pembelajar seumur hidup melalui gerakan keaksaraan sekolah
Lihat juga: konstitusi
Tujuan khusus gerakan literasi sekolah

Mempromosikan etika etis
Membangun ekosistem untuk literasi sekolah
Ubah sekolah menjadi organisasi pembelajaran (Senge, 1990).
Praktek manajemen pengetahuan
Menjaga keberlangsungan kompetensi budaya

Contoh kompetensi sekolah

Berikut contoh literasi sekolah, yaitu:

Siswa membaca buku di sudut baca kelas selama 15 menit sebelum pelajaran pertama dimulai

Siswa membaca buku di pojok

Kegiatan membaca selama 15 menit di kelas Sudut Baca dapat dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran. Dapat diprogram menjadi kegiatan pra-pembelajaran.

Setiap hari siswa dapat membaca hal-hal baru dengan buku-buku yang selalu berbeda. Oleh karena itu, buku harus diedarkan di pojok baca setiap minggu. Buku-buku tersebut dapat diubah agar siswa tidak bosan dan tetap segar dalam membaca.

Jenis buku yang ditempatkan di sudut baca bisa berbeda-beda. Akan lebih baik jika sesuai dengan tema kegiatan pembelajaran hari itu.

Siswa membaca di perpustakaan

Gambar siswa membaca di perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat membaca di sekolah perlu dikelola dengan baik. Persyaratan minimal untuk perpustakaan yang baik adalah staf dan gedung yang cukup untuk membaca buku.

Perpustakaan tanpa petugas perpustakaan sulit membuat aktivitas perpustakaan ramai. Sekolah perlu melihat bahwa perpustakaan juga merupakan bagian penting dari sekolah yang perlu ada.

Anak-anak sekolah mendengarkan dongeng di perpustakaan

Gambar siswa mendengarkan dongeng di perpustakaan

Guru SD disayang oleh siswanya karena mampu menampilkan karakter guru yang menyenangkan.

Hal yang berbeda dapat dilakukan tergantung dari kemampuan masing-masing individu guru. Mendongeng adalah salah satunya. Dongeng merupakan dunia yang begitu dekat dengan anak-anak.

Hampir tidak ada anak yang tidak suka bercerita atau melihat dongeng. Dongeng menjadi hidup saat dimainkan, karena membacanya saja bisa membuat anak bosan.

 

 

LIHAT JUGA :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/
https://ruangseni.com/
https://www.kakakpintar.id/
https://www.belajarbahasainggrisku.id/
https://duniapendidikan.co.id/
https://pengajar.co.id/
https://ppidkabbekasi.id/
https://appbrain.co.id/
https://nomorcallcenter.id/
https://callcenters.id/